Sunday, June 14, 2009

All about Blackberry: Battery!


Blackberry Tidak seperti hape biasa. Karena banyak nya teknologi yang terdapat di dalam nya seperti email, chatting, wifi yang dapat menyebabkan penggunaan baterai nya cepat boros. Banyangkan aja bila kita on-line massenger sepanjang hari atau mennggunakan fasilitas push mail nya dari bangun tidur sampai mau tidur lagi malem nya, bisa di pastikan nggak kuat tuh baterai nya.

Apalagi beberapa tipe blackberry yang sekarang sudah di lengkapi dengan teknologi GPS dan Wifi yang kadang di pantengin terus seharian di jalanan,atau bagi para crackberry yang autis sama gamenya, sudah bisa di pastikan tuh klo baterai yang nggak awet bisa jadi masalah besar.

Jadi, ada beberapa tips nih lumayan sederhana tapi hasil nya memuaskan.

  • Set brightness pada backlight-nya agar tidak terlalu terang. Masuk ke Option > Screen/Keyboard >Backlight Brightness -> (Set tidak lebih tinggi dari 50). Lebih rendah lebih bagus.
  • Set Auto Dim Backlight. Masuk ke Options >Screen/Keyboard >Auto Dim BackLight -> Settingan ini secara otomatis akan membuat backlight brightness di bawah settingan di atas tadi. Oleh karena itu, set brightness yang barusan serencah mungkin dan bikin setting ini menjadi auto pada saat diperlukan.
  • Turunkan backlight timeout. Masuk ke Options > Screen/Keyboard >Backlight timeout -> Set menjadi 30 seconds atau klo bisa lebih rendah lagi.
  • Matikan LED indicator. Masuk ke Options > Screen/Keyboard > LED coverage indicator > set ke off.
  • Key Tone tidak perlu bunyi kalau memang tidak perlu. Masuk ke Options > Screen/Keyboard > Key Tone -> set ke off.
  • Fitur Getar tak terlalu tinggi. Masuk ke Profiles > Advenced (Active) > Bila fitur getar (vibrate) di gunakan untuk telepon, SMS,IM, set vibrasinya tidak lebih dari 2, Fitur getar yang sering terjadi ini cukup memboroskan batere.
  • Kita Juga bisa mengurangi jumlah beeps. Misalnya set ke 1 tapi volumenya di set tinggi. Atau beeps nya jadi dua, tapi volumenya sedang.
  • Bikin profile Tone Only. Profile > Advanced > (active) -> Set semua profile Out of Holster menjadi Tone Only. Sedapat mungkin jangan terlalu banyak menggunakan fitur vibrate (getar) atau gabungan tone dan vibrate untuk tone ini.
  • Set email filters untuk membelokir pesan-pesan yang tidak perlu yang masuk ke email kita. semakin sedikit pesan yang masuk ke dalam blackberry kita akan semakin membuat hemat batere.
  • Set wireless nya off apabila anda tidak ada di jaringan yang ada wireless nya. Blackberry akan mencari terus signal wireless, batere akan cepat habis.

Pengalaman gue yang sudah mencoba tips ini sangat membantu karena yang tadi nya batere blackberry yang cuma tahan dari pagi sampe sore dalam keadaan aktif IM, Mail dan Browsing, setelah mencoba tips ini

Windows 7, performance cepat dengan memakai SSD(Solid State Drive) daripada hard disk


Microsoft telah membuat perubahan dalam Windows 7, yang membuatnya dapat bekerja lebih baik untuk PC dan laptop, yang menggunakan SSD (Solid State Drives), bila dibandingkan dengan Vista. Dalam posting blog resmi Microsoft, disebutkan bahwa area masalah untuk SSD ketika digunakan untuk Windows 7 adalah berkisar daya tahannya dan kemampuan random write. Namun, Windows 7 telah diuji dan dapat mengatasi masalah tersebut.

Seperti yang diketahui, masalah random write sering terjadi di harddisk dan biasanya akan memakan waktu yang lama. Jika cache harddisk telah diisi sebelum penulisan ke harddisk, maka semua aksi akan berhenti, menunggu kinerja harddisk untuk menangkap semua log cache penulisan. Namun, masalah yang sama juga dapat terjadi di SSD, yakni ketika proses erase:write secara terus menerus untuk blok dan backup karena adanya random write yang datang terlalu cepat memenuhi SSD. Multi blok yang pertama akan dihapus dan kemudian ditulisi, seperti itu terus menerus, sehingga menyebabkan system lambat berjalan.

Untuk itulah, kemudian Microsoft menggunakan trik operasi Trim, yang menjadi bagian dari protokol ATA untuk perintah Data Set Management, dan SSD dapat memberitahu Windows 7, dimana system file NTFS akan mendorong ATA untuk menghapus blok-blok penyimpanan di SSD ketika file yang menggunakannya, telah dihapus. Dalam Windows 7, operasi Trim telah terintegrasi dengan partisi SSD, termasuk permintaan Delete dan Format, kompresi file, dan fasilitas System Restore.

Dalam laptop atau PC bersistem Windows 7 yang menggunakan SSD, maka Windows 7 akan mematikan fasilitas lain, untuk menggantikan performance read yang tidak ada di harddisk, seperti Superfetch, ReadyBoost, ReadDrive, dan aplikasi booting prefetching. Total efek SSD ini akan memberikan performance tinggi untuk Windows 7 dan mencegah adanya masalah operasi random read di SSD.

Tips memilih hard disk portabel/eksternal


Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda pasti pernah mengalami hal yang satu ini. Merasakan kapasitas simpan pada harddisk yang dipasang di dalam komputer menciut dengan cepat. Maksudnya, dengan cepat Anda kekurangan kapasitas simpan. Ini sebenarnya tidak mengherankan, mengingat file-file video dari YouTube, koleksi foto hasil jepretan kamera digital yang kian tinggi resolusinya, plus aplikasi-aplikasi menarik yang sering Anda unduh, sunting, dan pakai, terus saja bertambah, sementara kapasitas harddisk tidak Anda tambah.

Kalau sudah begini, solusi yang paling praktis adalah dengan menambahkan sebuah harddisk portabel, alias eksternal. Mengapa kami sebut praktis?
Sebab tidak perlu repot-repot buka casing dan menghubungkan kabel harddisk ke motherboard.

Praktis, Ringkas
Tinggal koneksikan saja harddisk portabel ke port USB/FireWire komputer via kabel yang disediakan, dan Anda sudah mendapat tambahan kapasitas, yang mungkin saja lebih besar dibandingkan harddisk yang bercokol dalam komputer Anda. Juga tidak perlu pasang power supply tambahan. Mudah dan cepat bukan?

Harddisk portabel, sesuai namanya, tentu mudah dibawa-bawa, termasuk dimasukkan dalam saku celana, karena bentuknya yang ringkas, kompak. Biasanya, harddisk portabel datang disertai dengan software backup. Memang fungsi harddisk portabel – tadinya – adalah sebagai media backup. Karena itu, harddisk portabel juga berfungsi sebagai pemulih (restorer) data dan file jika file ‘asli’ terkorupsi, karena virus misalnya.

Apa yang Perlu Diperhatikan?
Di pasar saat ini ada banyak sekali pilihan merek harddisk portabel, antara lain A-Data, Buffalo, Iomega, Imation, LaCie, Maxtor, Qnap, Samsung, Seagate, Toshiba, Transcend, dan Western Digital. Fisik harddisk portabel masa kini cantik, mungil, dengan kapasitas yang kian besar. Ada yang mengemaskan harddisk 1,8”, ada yang 2,5”, juga 3,5”. Tinggal pilih mana yang dibutuhkan.

Nah, agar Anda tidak terlalu repot memikirkan apa saja yang harus dipertimbangkan saat membeli harddisk portabel, berikut kami berikan sedikit panduan. Perhatikan hal-hal di bawah ini saat berbelanja harddisk portabel.

1. Kapasitas (kapasitas simpan file maksimal)
Kapasitas simpan harddisk portabel bervariasi, dimulai dari 40GB sampai 500GB. Namun kini juga sudah muncul harddisk portabel yang daya tampungnya mencapai 2 TB (terabyte). Jika Anda banyak bekerja dengan file video dan grafis, kami sarankan untuk memilih harddisk portabel dengan kapasitas terbesar yang bisa Anda beli.

Selain ditujukan sebagai suplemen harddisk di komputer desktop, kebanyakan harddisk portabel kini justru membidik pasar pengguna notebook dan netbook (mini notebook). Harddisk portabel yang ditujukan pada notebook/mini notebook hadir dalam dua ukuran: 2,5” dan 1,8”. Namun Anda juga tidak dilarang memilih yang berukuran 3,5”, kendati yang satu ini lazimnya ditujukan pada PC desktop. Tentu kenyamanan membawa-bawanya akan berbeda. Selain itu, harga harddisk portabel 1,8” pasti lebih mahal dibandingkan yang 2,5”, kendati keduanya berkapasitas tepat sama.

2. Kecepatan putar drive
Kecepatan putar disk sebagian ditentukan oleh kecepatan laju data, dan dinyatakan dalam rpm (rotation per minute). Umumnya harddisk portabel berputar pada kecepatan 5400rpm.

3. Besar buffer atau cache
Besarnya buffer mewakili jumlah memori yang di-cache, atau disimpan yang bisa ditangani oleh sebuah drive ketika menanti permintaan (request) berikutnya dari sistem. Besarnya buffer berkisar dari 2MB – 32 MB. Semakin besar ukuran buffer, semakin banyak data yang bisa disimpan dan semakin cepat pengantaran datanya. Namun semakin besar ukuran buffer yang dikemaskan sebuah harddisk portabel, akan semakin mahal pula harga harddisk portabel tersebut.

4. Fitur Recovery
Pilihlah harddisk portabel yang dilengkapi dengan fitur backup and recovery. Fitur ini berguna di saat file-file Anda mengalami kerusakan atau korupsi data akibat hilangnya asupan listrik secara tiba-tiba, atau pun akibat serangan virus. Melalui fitur recovery, Anda akan bisa memulihkan data yang hilang/rusak.

5. Kemampuan PnP (plug and play)
Tancapkan kabelnya dan harddisk portabel langsung bisa dipakai tanpa perlu instalasi driver atau software apa pun, begitu maksud PnP. Kemampuan PnP khususnya diperlukan jika Anda bermaksud menggunakan satu harddisk portabel di beberapa komputer – PC di kantor, netbook di luar kantor, atau notebook di rumah.

Semoga selalu bermanfaat.................

Friday, June 12, 2009

Sekilas mengenai Penyedia layanan Internet di Indonesia(Part 1)

Internet Service Provider (ISP) atau di Indonesia dikenal dengan istilah Penyelenggara Jasa Internet (PJI) adalah perusahaan penyedia jasa layanan akses Internet. Merupakan perusahaan yang melayani jasa koneksi Internet untuk perseorangan, perkantoran, sekolah, kampus dan lainnya. ISP pada umumnya memiliki salah satu media teknologi Internet yang dipilih untuk melayani pelanggannya. Berbagai macam pilihan teknologi Internet yang sudah tersedia saat ini, namun hanya beberapa saja yang populer digunakan. Secara umum dapat dikategorikan berdasarkan media teknologinya menjadi:
  1. Media Kabel (Cable), contohnya kabel telepon, serat optik, HFC
  2. Media Nirkabel (Wireless), contohnya WiFi, satelit, WiMax, GPRS, 3G, 3,5G/HSDPA

Teknologi paling awal untuk koneksi internet adalah menggunakan kabel telepon. Telkom sebagai perusahaan satu-satunya di Indonesia yang memiliki jaringan komunikasi telepon kabel adalah salah satu pendorong munculnya Internet dengan produk TelkomNet Instant-nya. Namun tahukah kamu siapa perusahaan pertama di Indonesia yang pertama kali memanfaatkan kabel telepon sebagai media layanan Internet?. Ternyata setelah saya mendapatkan informasi adalah PT. Indo Internet yang pertama kali memanfaatkan media kabel telepon milik Telkom untuk melayani pelanggannya sejak tahun 1994. Internet makin populer menggunakan media kabel telepon dengan munculnya TelkomNet Instant oleh Telkom dengan layanan ‘gratis’ nya. Disebut gratis karena tidak dikenakan biaya awal apapun oleh Telkom kepada penggunanya, namun sudah pasti dikenakan biaya pulsa telepon untuk nomor yang digunakan. Yang saya ingat adalah Telkom mengenakan biaya Rp. 165,-/menit untuk layanan internetnya atau bisa disetarakan dengan Rp. 9.900,-/jam. Apabila kamu menggunakan rata-rata Internet setiap hari adalah 2 jam, maka tinggal dikalikan saja dengan jumlah hari dalam bulan tersebut. Apabila kamu sudah menghitungnya maka muncul dipikiran saya betapa mahalnya biaya berlangganan Internet pakai TelkomNet Instant yang hanya memiliki kecepatan maksimal 56 kbps (kilobit per-second).

Perlahan tapi pasti Internet menjadi booming di Indonesia sekitar tahun 1995 hingga saat ini. Banyak perusahaan penyelenggara bermunculan namun sayangnya masih terbatas pada teknologi kabel telepon saja yang paling populer dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Sekitar tahun 1999 sudah ada perusahaan yang melayani menggunakan teknologi nirkabel dengan standar Wireless Fidelity (WiFi) pada frekuensi radio 2,4 GHz. Namun sayang saat itu juga masih terasa sangat mahal dan kurang lazim digunakan untuk perseorangan.

Perkembangan Teknologi Internet

Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi komunikasi dan teknologi informasi adalah sangat erat kaitannya. Hal ini ditandai dengan mulai mewabahnya penggunaan telepon seluler berbasis teknologi AMPS (zaman dulu), GSM dan CDMA. Dengan semakin banyaknya pengguna telepon seluler maka banyak perusahaan selulerpun berpikir untuk dapat sekaligus menjadi penyelenggara jasa layanan Internet layaknya ISP. Harus di ingat bahwa apabila perusahaan seluler akan menjadi ISP maka dia juga harus mengantongi perizinan dari Depkominfo (dalam hal ini Ditjen Postel) untuk melayani pelanggannya. Biaya awal untuk menjadi pelanggan Internet pada perusahaan seluler menurut saya cukup murah karena hanya berbekalkan membeli telepon genggam (handphone) yang mendukung penggunaan Modem (MOdulator-DEModulator). Namun apabila kamu ingin mendapatkan akses yang cukup cepat hingga 7,2 Mbps (Mebabit per-second) maka gunakan teknologi HSDPA (High Speed Data Packet Access). Modem HSDPA yang tersedia saat ini berkirar harga 750 ribu rupiah hingga 4 juta rupiah.

Pilihan lain yang saat ini cukup murah adalah menggunakan media WiFi. Sejak bulan Januari Tahun 2005 pemerintah telah membebaskan penggunaan frekeunsi 2,4 GHz untuk keperluan masyarakat umum. Perangkat keras WiFi dapat dengan mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang relatif murah. Tentunya kamu harus menghubungi ISP yang melayani penggunaan teknologi ini. Menurut catatan saya, ISP yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi ini adalah yang terbanyak. Hal ini dikarenakan:

  • Dukungan dari vendor perangkat yang sangat banyak dan beragam hingga mampu menurunkan biaya pembangunan infrastrukturnya. Bahkan saat ini ada beberapa perangkat buatan lokal Indonesia yang cukup baik dan murah untuk digunakan
  • Sudah banyaknya perangkat komputer personal dan Laptop yang mendukung penggunaan WiFi atau lebih dikenal dengan istilah Hotspot

Buat kamu yang tinggal didaerah perkotaan yang padat dengan gedung tinggi atau bangunan-bangunan besar, maka itu salah satu hambatan yang bisa saja terjadi karena teknologi WiFi mewajibkan kondisi bebas pandangan antara lokasi pengguna dan lokasi pusat akses (BTS ~ Base Transceiver Station). Tidak seperti teknologi GSM/CDMA/GRPS/HSDPA yang menggunakan frekuensi rendah (800, 900, 1800 MHz) yang dapat merambat seperti frekuensi radio FM/AM. Hambatan lain bagi kamu yang tinggal di daerah perkotaan adalah padatnya arus lalu lintas frekuensi 2,4 GHz tersebut karena kurang tertatanya pengaturan penggunaan frekuensi tersebut sehingga terjadilah interferensi, tampaknya inilah yang dikhawatirkan oleh pemerintah saat membebaskan frekuensi ini. Apabila sebuah ISP memiliki layanan WiFi pada frekuensi lain misal 5,8 GHz maka sebaiknya kamu meminta mereka untuk menggunakan frekuensi ini karena saat ini ISP harus memiliki izin untuk menggunakannya, sehingga masalah interferensi harusnya tidak perlu terjadi.

Untuk yang mengutamakan performansi dan kestabilan dari layanan internet, maka pilihan pertama jatuhkan pada teknologi kabel namun bukan kabel telepon melainkan kabel serat optik. Namun sayangnya di Indonesia ini masih sangat jarang ditemui dan digunakan untuk melayani perseorangan, sedangkan untuk perkantoran kemungkinan hal ini masih bisa diusahakan. Ada satu produk Telkom yang menggunakan media kabel telepon yang cukup baik yaitu Speedy yang dapat melayani bandwidth hingga 1024 kbps (share). Speedy tersedia dalam beberapa paket harga berdasarkan layanan terbatas (limited) dan tidak terbatas (unlimited). Bagi kamu yang hanya sesekali menggunakan Internet gunakanlah paket personal terbatas seharga 200 ribu rupiah belum termasuk Ppn atau pilihan berdasarkan waktu (time-based) 50 jam dan paket terbaru 15 jam = Rp.75.000, belum termasuk Ppn. Namun apabila kamu sering sekali online di Internet jangan sekali-sekali untuk memilih paket terbatas, saran saya gunakanlah paket tak terbatas mulai harga 750 ribu rupiah belum termasuk Ppn, atau yang lebih mahal. Penting untuk diperhatikan dari pengalaman pengguna Speedy adalah melonjaknya biaya tagihan bulanan hingga jutaan rupiah padahal mereka memilih paket terbatas, hal ini dikarenakan Telkom menghitung biaya kelebihan dari kuota seharusnya saat kamu melebihinya. Baca lebih lanjut tarif Speedy.

Perbandingan Teknologi Layanan Internet di Indonesia

Di bawah ini saya coba untuk bandingkan teknologi layanan internet berdasarkan medianya dari beberapa tinjauan:

  1. Kabel Telepon
    • Biaya awal: murah, modam analog internal kisaran minimal harga 175 ribu
    • Biaya bulanan: murah sesuai pemakaian atau pilihan paket namun tidak termasuk pulsa telepon
    • Kecepatan akses: 56 kbps maksimal, rata-rata 36 kbps
    • Jangakuan: terbatas pada jalur kabel telepon
  2. Kabel Serat Optik
    • Biaya awal: mahal, tidak untuk perseorangan di rumah
    • Biaya bulanan: mahal
    • Kecepatan akses: hingga 100 mbps efektif
    • Jangkauan: terbatas jalur kabel optik
  3. Kabel Modem (HFC)
    • Biaya awal: murah, kabel modem kisaran 750 ribu hingga 2 juta rupiah
    • Biaya bulanan: murah, biasanya ada bonus TV kabel
    • Kecepatan akses: hingga 2 mbps
    • Jangkauan: terbatas pada jalur kabel
  4. xDSL (ADSL/SDSL/HDSL)
    • Biaya awal: murah
    • Biaya bulanan: murah untuk paket terbatas, relatif sedang untuk paket tak terbatas
    • Kecepatan akses: hingga 384 kbps (Speedy), teknologinya sendiri bisa hingga 24 Mbps
    • Jankauan: terbatas pada jalur kabel dan dukungan sirkuit
  5. WiFi (802.11a/b/g)
    • Biaya awal: murah (hanya wireless radio, antena dan perlengkapannya), jika butuh tower maka akan jadi cukup mahal
    • Biaya bulanan: murah
    • Kecepatan akses: hingga 54 Mbps (802.11a/g), hingga 11 Mbps (802.11b)
    • Jangkauan: luas, hingga 30 km efektif
  6. WiMax (802.16)
    • Biaya awal: mahal
    • Biaya bulanan: belum ada data hingga saat ini
    • Kecepatan akses: hingga 72 Mbps
    • Jangkauan: luas, mencapai 50 km efektif hingga 75 km
  7. Microwave Link
    • Biaya awal: mahal untuk perseorangan
    • Biaya bulanan: mahal untuk perseorangan
    • Kecepatan: 6 Mbps hingga 600 Mbps
    • Jangkauan: terbatas
  8. GRPS pada GSM/CDMA
    • Biaya awal: murah, kisaran harga sama dengan harga telepon genggam kelas menengah
    • Biaya bulanan: murah
    • Kecepatan akses: 115 kbps maksimal, rata-rata 32 kbps
  9. 3G/3,5G/HSDPA
    • Biaya awal: murah untuk 3G, masih mahal untuk modem HSDPA yang bagus
    • Biaya bulanan: mahal karena semua paket adalah terbatas
    • Kecepatan akses: 3,6 Mbps hingga 7,2 Mbps, rata-rata 1-2 Mbps
  10. VSAT/TDMA
    • Biaya awal: mahal, kisaran 80 juta hingga 250 juta rupiah)
    • Biaya bulanan: mahal
    • Kecepatan akses: hingga 45 Mbps
  11. DVB (two-way) frekuensi Ku-Band dan C-Band pada satelit
    • Biaya awal: mahal
    • Biaya bulanan: mahal untuk perseorangan
    • Kecepatan akses: 512 kbps efektif
  12. DVB (one-way) frekuensi S-Band pada satelit
    • Biaya awal: murah (sama dengan beli parabola TV, kisaran 1-3 juta rupiah)
    • Biaya bulanan: murah, karena hanya bisa 1 arah atau downlink
    • Kecepatan akses: hingga 45 Mbps

Memilih ISP

Beberapa sarat mutlak yang harus dimiliki oleh ISP adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki izin resmi dari Ditjen Postel Depkominfo RI seperti izin prinsip, izin laik operasi dan izin penyelenggaraan modern
  2. Memiliki SLA (Service Level Agreement) setidaknya 95% dalam sebulan
  3. Memiliki layanan 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari setahun
  4. Memiliki tenaga dukungan teknis (technical support) yang melayani 24 jam sehari
  5. Memiliki kantor resmi atau perwakilan di kota yang bersangkutan
  6. Memiliki kontrak layanan minimal sesuai dengan SLA untuk memudahkan proses hukum, berlangganan, mekanisme komplain dan restitusi
  7. Tergabung dalam asosiasi PJI, di Indonesia adalah Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia (AJII)

Demikian tulisan saya mudah-mudah bermanfaat dan mohon maaf apabila ada yang salah/kurang, saran dan pendapat kamu sangat saya harapkan untuk menyempurnakannya.