Tuesday, June 16, 2009

Jailbreak and Unlocking Iphone

Tak sedikit pengguna iPhone yang gerah karena fitur yang mereka harapkan hadir secara default ternyata belum ditanamkan. Sebagian besar permintaan tersebut sudah Apple penuhi dengan akan dirilisnya iPhone Software Update 3.o di antaranya fitur copy–paste, MMS dan lain-lain. Namun ini tidak menjadi halangan bagi pengguna iPhone OS 2.x sebab beberapa pihak pengembang membuka akses open-source ke iPhone sehingga bisa dimodifikasi semau pengguna. Hal ini sering disebut jailbreak. PERHATIAN :

Proses unlocking hanya bisa dilakukan untuk iPhone 3G dengan baseband 02.28.00 (dapat dicek di Settings–About–Modem Firmware)

a. Bagi pengguna iPhone 3G Resmi :

  • Dengan melakukan proses unlocking, berarti anda siap menanggung resiko kehilangan garansi terbatas 1 tahun iPhone anda dari operator. Namun tidak untuk proses jailbreaking.
  • Kemungkinan kerusakan pada perangkat anda bisa saja terjadi.
  • Kami hanya menyediakan tutorial ini. Segala resiko diakibatkan oleh proses jailbreak dan unlock ini menjadi tanggung jawab anda sendiri.

b. Bagi pengguna iPhone 3G Factory Unlock :

  • Jangan lakukan proses unlock karena iPhone 3G anda sudah secara resmi ter-unlock. Sehingga, anda hanya memerlukan proses jailbreaking saja.
  • Kemungkinan kerusakan pada perangkat anda bisa saja terjadi.
  • Kami hanya menyediakan tutorial ini. Segala resiko diakibatkan oleh proses jailbreak dan unlock ini menjadi tanggung jawab anda sendiri.

Tutorial ini khusus untuk pengguna Mac OS X saja. Pengguna Windows pun dimungkinkan melakukan proses ini sedikit berbeda dalam hal perangkat lunak.

Proses Jailbreak (untuk pengguna iPhone OS 2.2.1)

Perangkat lunak yang dibutuhkan :

Cara :

  1. Unduh semua perangkat lunak yang dibutuhkan. Jangan lupa perbaharui Mac OS X hingga versi 10.5.7 supaya sistem lebih stabil.
  2. Koneksikan iPhone 3G anda.
  3. Jalankan aplikasi QuickPwn. Secara otomatis, QuickPwn akan mendeteksi jenis iPhone yang anda gunakan dan mencari firmware yang sudah diunduh sebelumnya.
  4. QuickPwn akan menanyakan apakah gambar logo Apple di saat booting ingin dirubah atau tidak. Itu tergantung pilihan anda.
  5. Selanjutnya, QuickPwn akan memodifikasi firmware yang ada. QuickPwn pun akan meminta kata sandi anda untuk melanjutkan proses modifikasi.
  6. Lalu, ikuti langkah–langkah yang diminta oleh QuickPwn, yaitu proses untuk mengubah iPhone ke dalam mode DFU. Langkah tersebut : matikan iPhone - tekan tombol Sleep dan Home selama 10 detik - lepas tombol Sleep dan tetap tekan dan tahan tombol Home selama 10 detik kedua.
  7. Maka, iPhone akan memasuki mode DFU dan iPhone di-jailbreak.
  8. Setelah proses jailbreak selesai, maka muncul aplikasi Cydia.

Proses Unlocking :

  1. Buka aplikasi Cydia.
  2. Cari aplikasi bernama Yellowsnow.
  3. Pilih tombol “Install” di pojok kanan atas.
  4. Lalu, pilih tombol “Confirm”.
  5. Maka, Cydia akan mengunduh Yellowsnow dan secara otomatis, memasangnya di iPhone anda.
  6. Lalu, pilih “Return to Cydia” dan kembali ke Home Screen.
  7. Restart iPhone dengan cara mematikan dan menyalakan kembali.
  8. Maka, iPhone anda bisa menggunakan SIM card apa saja.

Semoga, panduan ini dapat membantu anda.

Sunday, June 14, 2009

All about Blackberry: Battery!


Blackberry Tidak seperti hape biasa. Karena banyak nya teknologi yang terdapat di dalam nya seperti email, chatting, wifi yang dapat menyebabkan penggunaan baterai nya cepat boros. Banyangkan aja bila kita on-line massenger sepanjang hari atau mennggunakan fasilitas push mail nya dari bangun tidur sampai mau tidur lagi malem nya, bisa di pastikan nggak kuat tuh baterai nya.

Apalagi beberapa tipe blackberry yang sekarang sudah di lengkapi dengan teknologi GPS dan Wifi yang kadang di pantengin terus seharian di jalanan,atau bagi para crackberry yang autis sama gamenya, sudah bisa di pastikan tuh klo baterai yang nggak awet bisa jadi masalah besar.

Jadi, ada beberapa tips nih lumayan sederhana tapi hasil nya memuaskan.

  • Set brightness pada backlight-nya agar tidak terlalu terang. Masuk ke Option > Screen/Keyboard >Backlight Brightness -> (Set tidak lebih tinggi dari 50). Lebih rendah lebih bagus.
  • Set Auto Dim Backlight. Masuk ke Options >Screen/Keyboard >Auto Dim BackLight -> Settingan ini secara otomatis akan membuat backlight brightness di bawah settingan di atas tadi. Oleh karena itu, set brightness yang barusan serencah mungkin dan bikin setting ini menjadi auto pada saat diperlukan.
  • Turunkan backlight timeout. Masuk ke Options > Screen/Keyboard >Backlight timeout -> Set menjadi 30 seconds atau klo bisa lebih rendah lagi.
  • Matikan LED indicator. Masuk ke Options > Screen/Keyboard > LED coverage indicator > set ke off.
  • Key Tone tidak perlu bunyi kalau memang tidak perlu. Masuk ke Options > Screen/Keyboard > Key Tone -> set ke off.
  • Fitur Getar tak terlalu tinggi. Masuk ke Profiles > Advenced (Active) > Bila fitur getar (vibrate) di gunakan untuk telepon, SMS,IM, set vibrasinya tidak lebih dari 2, Fitur getar yang sering terjadi ini cukup memboroskan batere.
  • Kita Juga bisa mengurangi jumlah beeps. Misalnya set ke 1 tapi volumenya di set tinggi. Atau beeps nya jadi dua, tapi volumenya sedang.
  • Bikin profile Tone Only. Profile > Advanced > (active) -> Set semua profile Out of Holster menjadi Tone Only. Sedapat mungkin jangan terlalu banyak menggunakan fitur vibrate (getar) atau gabungan tone dan vibrate untuk tone ini.
  • Set email filters untuk membelokir pesan-pesan yang tidak perlu yang masuk ke email kita. semakin sedikit pesan yang masuk ke dalam blackberry kita akan semakin membuat hemat batere.
  • Set wireless nya off apabila anda tidak ada di jaringan yang ada wireless nya. Blackberry akan mencari terus signal wireless, batere akan cepat habis.

Pengalaman gue yang sudah mencoba tips ini sangat membantu karena yang tadi nya batere blackberry yang cuma tahan dari pagi sampe sore dalam keadaan aktif IM, Mail dan Browsing, setelah mencoba tips ini

Windows 7, performance cepat dengan memakai SSD(Solid State Drive) daripada hard disk


Microsoft telah membuat perubahan dalam Windows 7, yang membuatnya dapat bekerja lebih baik untuk PC dan laptop, yang menggunakan SSD (Solid State Drives), bila dibandingkan dengan Vista. Dalam posting blog resmi Microsoft, disebutkan bahwa area masalah untuk SSD ketika digunakan untuk Windows 7 adalah berkisar daya tahannya dan kemampuan random write. Namun, Windows 7 telah diuji dan dapat mengatasi masalah tersebut.

Seperti yang diketahui, masalah random write sering terjadi di harddisk dan biasanya akan memakan waktu yang lama. Jika cache harddisk telah diisi sebelum penulisan ke harddisk, maka semua aksi akan berhenti, menunggu kinerja harddisk untuk menangkap semua log cache penulisan. Namun, masalah yang sama juga dapat terjadi di SSD, yakni ketika proses erase:write secara terus menerus untuk blok dan backup karena adanya random write yang datang terlalu cepat memenuhi SSD. Multi blok yang pertama akan dihapus dan kemudian ditulisi, seperti itu terus menerus, sehingga menyebabkan system lambat berjalan.

Untuk itulah, kemudian Microsoft menggunakan trik operasi Trim, yang menjadi bagian dari protokol ATA untuk perintah Data Set Management, dan SSD dapat memberitahu Windows 7, dimana system file NTFS akan mendorong ATA untuk menghapus blok-blok penyimpanan di SSD ketika file yang menggunakannya, telah dihapus. Dalam Windows 7, operasi Trim telah terintegrasi dengan partisi SSD, termasuk permintaan Delete dan Format, kompresi file, dan fasilitas System Restore.

Dalam laptop atau PC bersistem Windows 7 yang menggunakan SSD, maka Windows 7 akan mematikan fasilitas lain, untuk menggantikan performance read yang tidak ada di harddisk, seperti Superfetch, ReadyBoost, ReadDrive, dan aplikasi booting prefetching. Total efek SSD ini akan memberikan performance tinggi untuk Windows 7 dan mencegah adanya masalah operasi random read di SSD.

Tips memilih hard disk portabel/eksternal


Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda pasti pernah mengalami hal yang satu ini. Merasakan kapasitas simpan pada harddisk yang dipasang di dalam komputer menciut dengan cepat. Maksudnya, dengan cepat Anda kekurangan kapasitas simpan. Ini sebenarnya tidak mengherankan, mengingat file-file video dari YouTube, koleksi foto hasil jepretan kamera digital yang kian tinggi resolusinya, plus aplikasi-aplikasi menarik yang sering Anda unduh, sunting, dan pakai, terus saja bertambah, sementara kapasitas harddisk tidak Anda tambah.

Kalau sudah begini, solusi yang paling praktis adalah dengan menambahkan sebuah harddisk portabel, alias eksternal. Mengapa kami sebut praktis?
Sebab tidak perlu repot-repot buka casing dan menghubungkan kabel harddisk ke motherboard.

Praktis, Ringkas
Tinggal koneksikan saja harddisk portabel ke port USB/FireWire komputer via kabel yang disediakan, dan Anda sudah mendapat tambahan kapasitas, yang mungkin saja lebih besar dibandingkan harddisk yang bercokol dalam komputer Anda. Juga tidak perlu pasang power supply tambahan. Mudah dan cepat bukan?

Harddisk portabel, sesuai namanya, tentu mudah dibawa-bawa, termasuk dimasukkan dalam saku celana, karena bentuknya yang ringkas, kompak. Biasanya, harddisk portabel datang disertai dengan software backup. Memang fungsi harddisk portabel – tadinya – adalah sebagai media backup. Karena itu, harddisk portabel juga berfungsi sebagai pemulih (restorer) data dan file jika file ‘asli’ terkorupsi, karena virus misalnya.

Apa yang Perlu Diperhatikan?
Di pasar saat ini ada banyak sekali pilihan merek harddisk portabel, antara lain A-Data, Buffalo, Iomega, Imation, LaCie, Maxtor, Qnap, Samsung, Seagate, Toshiba, Transcend, dan Western Digital. Fisik harddisk portabel masa kini cantik, mungil, dengan kapasitas yang kian besar. Ada yang mengemaskan harddisk 1,8”, ada yang 2,5”, juga 3,5”. Tinggal pilih mana yang dibutuhkan.

Nah, agar Anda tidak terlalu repot memikirkan apa saja yang harus dipertimbangkan saat membeli harddisk portabel, berikut kami berikan sedikit panduan. Perhatikan hal-hal di bawah ini saat berbelanja harddisk portabel.

1. Kapasitas (kapasitas simpan file maksimal)
Kapasitas simpan harddisk portabel bervariasi, dimulai dari 40GB sampai 500GB. Namun kini juga sudah muncul harddisk portabel yang daya tampungnya mencapai 2 TB (terabyte). Jika Anda banyak bekerja dengan file video dan grafis, kami sarankan untuk memilih harddisk portabel dengan kapasitas terbesar yang bisa Anda beli.

Selain ditujukan sebagai suplemen harddisk di komputer desktop, kebanyakan harddisk portabel kini justru membidik pasar pengguna notebook dan netbook (mini notebook). Harddisk portabel yang ditujukan pada notebook/mini notebook hadir dalam dua ukuran: 2,5” dan 1,8”. Namun Anda juga tidak dilarang memilih yang berukuran 3,5”, kendati yang satu ini lazimnya ditujukan pada PC desktop. Tentu kenyamanan membawa-bawanya akan berbeda. Selain itu, harga harddisk portabel 1,8” pasti lebih mahal dibandingkan yang 2,5”, kendati keduanya berkapasitas tepat sama.

2. Kecepatan putar drive
Kecepatan putar disk sebagian ditentukan oleh kecepatan laju data, dan dinyatakan dalam rpm (rotation per minute). Umumnya harddisk portabel berputar pada kecepatan 5400rpm.

3. Besar buffer atau cache
Besarnya buffer mewakili jumlah memori yang di-cache, atau disimpan yang bisa ditangani oleh sebuah drive ketika menanti permintaan (request) berikutnya dari sistem. Besarnya buffer berkisar dari 2MB – 32 MB. Semakin besar ukuran buffer, semakin banyak data yang bisa disimpan dan semakin cepat pengantaran datanya. Namun semakin besar ukuran buffer yang dikemaskan sebuah harddisk portabel, akan semakin mahal pula harga harddisk portabel tersebut.

4. Fitur Recovery
Pilihlah harddisk portabel yang dilengkapi dengan fitur backup and recovery. Fitur ini berguna di saat file-file Anda mengalami kerusakan atau korupsi data akibat hilangnya asupan listrik secara tiba-tiba, atau pun akibat serangan virus. Melalui fitur recovery, Anda akan bisa memulihkan data yang hilang/rusak.

5. Kemampuan PnP (plug and play)
Tancapkan kabelnya dan harddisk portabel langsung bisa dipakai tanpa perlu instalasi driver atau software apa pun, begitu maksud PnP. Kemampuan PnP khususnya diperlukan jika Anda bermaksud menggunakan satu harddisk portabel di beberapa komputer – PC di kantor, netbook di luar kantor, atau notebook di rumah.

Semoga selalu bermanfaat.................